Essay » Mendulang Rupiah dari Manisan

Mengumpulkan tebuMengangkut tebu dari kebunMenggiling tebu dengan tenaga kerbauMemasukkan tebu ke penggilinganMengaduk sari tebu agar mengentalnya stabilMangangkat sari tebu yang telah jadi manisanSari (air) tebu yang sudah jadi manisan

Diterangi sinar petromak, Mustawal (62 tahun) bersama tiga rekannya bergantian memasukkan tebu ke celah dua tiang yang berputar ditarik kerbau jantan. Di ujung tiang, air perasan tebu bertetesan ditampung dalam ember.

Di ruang yang lain, seorang pria mengaduk cairan sari tebu dalam dua kuali besar. Api dijaga terus stabil dengan pembakaran kayu. Butuh waktu enam jam agar sari tebu mengental menjadi manisan. Aktivitas ini dikerjakan siang-malam oleh warga di Gampong Lam Geuriheu, Kecamatan Lhong, Aceh Besar.

Menjadi pembuat manisan dengan alat seadanya telah menjadi tradisi bagi sebagian warga di sana, sejak sebelum Indoensia merdeka. “Karena konflik di Aceh, usaha ini sempat terhenti, warga tidak dibolehkan bermalam di kebun tebu,” kata Mustawal.

Pasca-damai Aceh, usaha mengolah manisan kembali dirintis Mustawal bersama dua puluhan pemuda Desa Lam Geuriheu, mengumpulkan modal seadanya. Dua hektar lahan tebu yang berubah jadi semak, digarap kembali. Tiga bulan setelahnya tebu siap panen.

Proses pengolahan tebu menjadi manisan dilakukan tradisional, mengandalkan tenaga ekor kerbau untuk mengerakan pengiling tebu. Mereka belum sangup membeli mesin.

Dalam sehari penggilingan hanya mampu menghasilkan 160 liter air tebu. Setelah dimasak, hasilnya sekitar 100 kilogram manisan. “Kita kalah di penggilingan,” keluh Mustawal.

Manisan tersebut dijual ke pasar seharga Rp 10.000 perkilogram. Rata-rata dalam sehari mereka bisa menghasilkan uang sebanyak Rp 1 juta, yang harus dibagi rata kepada 20 orang pekerja.

Kelompok usaha warga Lamguriheu ini belum pernah mendapatkan suntikan dana dari pemerintah maupun lembaga donor yang terlibat memulihkan Aceh pascatsunami. “Walau penghasilan minim, usaha ini harus tetap kami jalankan untuk memenuhi kebutuhan keluarga,” katanya. []