Pasca terungkapnya pelatihan militer yang dilakukan puluhan pria yang menakan Tandzim al Qaeda Serambi Mekkah di pegunungan Jalin, Jantho, Aceh Besar, 22 Februari lalu. Ratusan polisi kembali dikirim dari pusat ke Aceh termasuk polisi pemburu teror, mereka meng beck-up polisi lokal dalam memburu kelompok yang di tuduh teroris itu.
Dalam sebulan perburuan, empat polisi tewas dalam kontak tembak dengan mereka, termasuk seorang pasukan elit polisi Densus 88 Anti Teror. Polisi berhasil menangkap 31 orang kelompok yang diduga teroris, empat dari mereka tewas, termasuk dua warga sipil.
Ekses dari operasi teroris itu, Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Pemerintah Australia sempat mengeluarkan travel warning. PBB dan Austalia melarang staf dan warganya berkunjung ke Aceh, karena dikhawatirkan akan menjadi sasaran kelompok teror tersebut.
Belakangan setiap terjadi aksi teror di tanah air, pelakunya kerap dikait-kaitkan dengan Aceh, bahkan dilabeli ”teroris Aceh”. Padahal kelompok yang melakukan latihan militer di Gunung Jalin orang-orang yang datang dari pulau Jawa.[]















